Definisi progresif, kadang-kadang juga disebut definisi dinamis atau dimensi, adalah salah satu bentuk paling umum untuk mendefinisikan sebuah kata. Dalam bentuk ini, kata-kata dikatakan memiliki berbagai intensitas dalam kaitannya dengan subjek tertentu, biasanya kata "air". Ini karena seseorang yang berdiri di atas gunung dan melihat ke bawah ke sungai tidak dapat melihat air dan gunung sekaligus. Oleh karena itu, dia harus menemukan satu dengan intensitas cahaya yang lebih tinggi untuk dapat melihat dua objek sebagai satu.

"Air" mengacu pada zat yang memiliki keadaan fisik tertentu (cair). "Gunung" mengacu pada keadaan materi di mana terdapat benda padat (seperti gunung) di atasnya (yang memiliki ketinggian tertentu). Dalam definisi progresif sebuah kata, kedua kondisi ini dipertimbangkan ketika menentukan intensitasnya dalam kaitannya dengan kata lain. Ketika digunakan dalam sebuah argumen, kata "gunung" dianggap jauh lebih kuat daripada kata "air". Dalam kalimat seperti "Saya tidak bisa melihat gunung dari sini", kata pertama "air" tidak dianggap memiliki intensitas yang lebih tinggi daripada kata kedua "gunung".

Sebagai contoh kekuatan definisi progresif, perhatikan kalimat berikut: "Langit itu biru"Langit berwarna abu-abu". Dalam setiap kalimat, langit digambarkan sebagai biru atau abu-abu. Kalimat kedua akan mengatakan, "The langit abu-abu". Argumen tersebut akan keliru, karena pada kenyataannya, hanya langit yang berwarna abu-abu dalam kasus ini, sedangkan kalimat kedua benar.

Hal yang sama akan berlaku jika kita menggunakan kata 'langit' pada kalimat pertama, sedangkan kata "air" digunakan pada kalimat kedua. Dalam hal ini, kalimat kedua akan mengatakan, "Langit berwarna abu-abu", yang memang benar, karena hanya langit yang berwarna abu-abu dalam kasus itu. Namun, kalimat kedua akan salah karena pada kenyataannya, hanya langit yang berwarna abu-abu.

Definisi progresif tidak hanya digunakan oleh orang untuk mendefinisikan kata-kata; itu juga digunakan dalam bidang penelitian lain. Dalam matematika, metode digunakan untuk menentukan apakah dua benda memiliki ukuran yang sama. Jika mereka tidak sama, dikatakan perbedaan mereka dan itu menjadi "perbedaan ukuran".

Metode juga digunakan dalam kajian istilah ilmiah

Misalnya, jika kita memiliki dua angka dalam sebuah karya ilmiah, kita akan melihat angka pertama, yang disebut anteseden, dan kemudian angka kedua, yang disebut konsekuen. Bagaimanapun, anteseden akan menunjukkan perbedaan yang lebih besar daripada konsekuen.

Karya ilmiah ini didasarkan pada definisi progresif

Karya ilmiah ditulis untuk menunjukkan atau menjelaskan cara kerja ilmu pengetahuan, hanya menggunakan fakta, tanpa menggunakan pendapat. Agar dapat diterima sebagai karya ilmiah, maka harus menggunakan istilah-istilah ilmiah. Karya tulis ilmiah juga harus ditulis dengan baik agar dapat dipahami dengan baik.

Contoh lain dari karya ilmiah termasuk buku teks, situs web, dan makalah penelitian. Makalah ilmiah ini ditulis sebagai bagian dari proyek dan biasanya diserahkan ke jurnal dan diterbitkan ketika diterima. Alasan utama penerbitan adalah untuk memungkinkan pembaca memanfaatkan informasi baru dan memberi mereka gambaran tentang apa yang sebenarnya diketahui penulis. Tujuannya adalah untuk membuat mereka merasa seolah-olah mereka memiliki semacam otoritas atau hubungan dengan penulis.

Contoh lain dari jenis definisi ini adalah "Definisi Kehidupan" atau "definisi Alam Bawah Sadar". Ini adalah definisi umum tentang kehidupan, yang digunakan dalam sejumlah makalah penelitian yang berbeda. Ini pada dasarnya adalah definisi yang menunjukkan bahwa tidak ada kehidupan seperti yang kita kenal dan itu hanya mungkin karena kehidupan telah menjadi sadar.

Namun, ada juga definisi lain tentang kehidupan, dan ini dapat dianggap lebih kompleks. Yang paling sederhana adalah definisi dasar dan tidak lebih dari tubuh. Kompleksitas definisi berasal dari fakta bahwa itu mencakup kesadaran.

Ada definisi lain tentang kehidupan yang melibatkan kesadaran dan pikiran manusia, tetapi tidak sekompleks itu. Misalnya, mereka mungkin agak kabur, seperti definisi Tuhan. Tuhan didefinisikan sebagai pencipta alam semesta dan segala isinya.